" _BIJAK BERSOSMED YUK PARA MOMBASSADOR SGM EKSPLOR DALAM MENDAMPINGI ANAK GENERASI MAJU TERCINTA_ "
Jaman millenial seperti model sekarang ini semuanya menjadi serba cepat dan semuanya menjadi serba mudah, kita jadi semakin sering mengakses platform daring terlebih lagi untuk sekolah si kecil dikarenakan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih dan pesatnya, mau mencari apa saja sudah tersedia didalamnya alias tinggal " KLIK " tetapi jika kita tidak dapat bijak bersikap dengan sosial media semuanya malah menjadi musuh serta berbalik merusak kehidupan generasi penerus kita " Na'uudzubillahi min dzalik "
Maka dari itu kita semua harus mendukung gerakan " Bijak Bersosmed " dengan bersatu dan bekerja sama untuk selalu mengawasi juga mengontrol dalam pemakaian sosial media yang ada.
Terlebih lagi sejak adanya wabah covid-19 ini yang melanda seluruh dunia banyak sekali berita, informasi ataupun media yang yang semakin berlomba - lomba untuk menyebarkan konten dan artikel ter - update dalam waktu yang sangat cepat yang terkadang simpang siur dengan kebenarannya juga sumbernya yaitu dari para oknum yang sangat tidak bertanggung jawab, yang lebih dikenal dengan istilah hoax atau berita palsu belaka yang semakin membuat kita panik ataupun tambah parno, maka dari itu kita janganlah mudah percaya dengan semua hal tersebut tetapi terlebih dahulu dicerna dengan cek kebenarannya serta sumbernya yang terpercaya tentunya.
Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah. Lalu bagaimana caranya agar tak terhasut?
Berikut di bawah ini adalah tips - tips bagaimana caranya mengatasi berita hoax yang saat ini sedang menyebar luas diseluruh penjuru dunia :
✅ Hati-hati dengan judul yang provokatif.
Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax. Oleh karenanya, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya bunda mencari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan demikian, setidaknya bunda sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.
✅ Cermati asal alamat situsnya.
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi - misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.
✅ Periksa fakta dan kebenarannya.
Perhatikan dari mana berita berasal dan siapakah sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.
✅ Cek keaslian dari foto yang ada di dalamnya.
Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag - and - drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.
✅ Selalu aktif serta ikut serta dalam diskusi anti-hoax juga komunitas resminya.
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FAFHH), Fanpage dan Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.
Untuk lebih meyakinkan lagi salah satu yang bisa bunda lakukan agar tidak mudah termakan dengan adanya berita hoax ini, khususnya untuk topik - topik yang berhubungan dengan kesehatan keluarga, tumbuh kembang si kecil serta nutrisi dengan segera menghubungi nomor Careline SGM di 0804 1 360 360 ,atau email ke carelinesgm@sarihusada.co.id , juga kunjungi Website https://www.generasimaju.co.id ,serta Facebook https://www.facebook.com/akuanaksgm dan Instagramnya https://www.instagram.com/akuanaksgm yah.
@akuanaksgm
@sabrinaku1115
@usha.aimin
@fatimahzahroh.1650
@itsmenrl5414_
#potensiprestasi
#mombassadorsgmeksplor
#bersatudankuat
#generasimaju













