" _YOUTUBER CILIK ADALAH POTENSI PRESTASI YANG DIMILIKI ANAK GENERASI MAJUNYA MOMBASSADOR SGM EKSPLOR_ "
Putriku yang sholehah ini bernama Sabrina, makin ke sini makin memperlihatkan ketertarikannya akan Youtube. Sepertinya mulai percaya diri untuk membuat video atau vlog. Dia merengek minta dibuatkan channel youtubenya. Akhirnya bundanya lah yang mengalah. Apa salahnya juga memfasilitasi anak untuk berkreasi kan...???
Penghasilan yang tinggi dan follower yang banyak, sering membuat siapapun tergoda menjadi Youtuber tak terkecuali dengan anak-anak. Jadi di jaman millenial seperti ini, itu merupakan suatu hal yang wajar dikarenakan perkembangan jaman yang berbeda yang semuanya serba gadget. Sekarang ini, tidak hanya orang dewasa, anak pun mulai mencoba membuat video sederhana di Youtube. Mulai dari bercerita tentang kegiatan sehari-hari, traveling, sampai ke tutorial. Tidak semata-mata untuk mencari uang, videografer muda dan vlogger belajar bercerita, menggunakan perangkat lunak pengeditan, dan memasarkan channel. Di sini anak pun belajar meningkatkan keterampilan komunikasi dan kreativitasnya masing-masing.
Berikut adalah tips membimbing anak menjadi youtuber cilik :
👉🏻 Bicara Tentang Persetujuan
Sebelum membiarkan anak mengunggah videonya ke internet, bicarakan dengan si kecil tentang cara-caranya untuk mendapatkan persetujuan-persetujuan. Lakukan percakapan jujur tentang apa yang dirinya harapkan untuk difilmkan dan tanggung jawab apa yang dimiliki dengan rekaman tersebut. Kapan si kecil perlu memburamkan wajah? Kapan membutuhkan izin untuk syuting di lokasi atau izin dari seseorang? Diskusikan apa yang harus dipertimbangkan ketika seseorang memintanya untuk merekam video atau menghapus rekamannya.
👉🏻 Diskusikan Mengenai Privasi Di Internet
Jika anak merekam kehidupannya sendiri, berbicaralah dengan serius tentang privasi. Saat ini, nama lengkap sering menjadi bagian dari merek pribadi seseorang, tetapi anak juga bisa menggunakan nickname. Diskusikan nilai lebih dan kekurangannya sebelum memutuskan untuk membuat akun. Putuskan informasi apa bisa dibagi dan yang sebaiknya disimpan untuk pribadi. Sebaiknya hindari bagian video yang menunjukkan alamat rumah, sekolah, atau hal-hal yang menyangkut keamanan. Keamanan dan privasi sangat penting seringkali disalahgunakan untuk ancaman kekerasan atau pencurian.
👉🏻 Biarkan Anak Melakukan Hal Yang Disukai
Biarkan anak memutuskan jenis video apa yang ingin dibuat, bahkan jika tidak menyukai atau memahami pilihan si kecil. Pertimbangkan untuk menetapkan beberapa batasan. Belajarlah untuk mengenali perbedaan antara video yang tidak sesuai dengan selera bundanya dan video yang tidak boleh dikonsumsi publik.
👉🏻 Pastikan Anak Melakukannya Untuk Alasan Yang Benar
Diperlukan usaha, waktu, dan kerja keras untuk membuat video yang bagus. Banyak dari youtuber memiliki tim yang bekerja. Jika anak sudah mengetahui tentang hal ini dan terus melakukannya, pastikan anak mengetahui mengapa ingin membuat video. Mungkin karena anak menyukai kegiatan ini atau sudah memiliki sejumlah pengikut. Apa pun alasan si kecil membuat video, aku selalu mengingatkannya kembali ketika anak membutuhkan semangat.
👉🏻 Diskusikan Soal Kemungkinan Berkarier Di Bidang Ini
Beberapa orang masih dapat mencari nafkah dari video online. Yang lain menggunakan platformnya sebagai batu loncatan untuk membuat film, bekerja dalam animasi, membuat lini produknya sendiri, atau menjadi juru bicara.
👉🏻 Cari Tahu Keterampilan Yang Diperlukan Untuk Membuat Video
Apakah ai kecil membuat animasi, menambah grafik, atau menghasilkan efek? Berapa banyak yang terlibat dalam proses pengeditan? Pernahkah mempertimbangkan berapa banyak pengetahuan pemasaran yang diperoleh anak? Apa pun itu, anak mendapat keterampilan baru yang kelak bisa berguna untuk masa depannya.
👉🏻 Sekolah Tetap Nomor Satu
Meskipun anak dapat belajar banyak dari membuat video sendiri, tetapi tetap harus mengutamakan sekolah. Jangan mendiskusikan pendidikan sebagai sesuatu yang mereka butuhkan jika anak tidak berhasil dengan videonya. Sebaliknya, sekolah dapat menjadi inspirasi untuk video juga. Mungkin kelas sejarah akan memicu ide film baru. Mungkin fisika akan memberinya ide untuk akrobat. Bahasa Inggris, sastra, dan kelas menulis kreatif memiliki ikatan yang jelas dengan industri video.
Meskipun banyak yang berpikir kalau Youtube tuh banyak menimbulkan efek negatif bagi anak, tapi seperti halnya teknologi, banyak hal positif yang bisa didapat dari Youtube juga dong. Daripada si kecil selalu melihat video youtube milik orang lain kan ada baiknya melihat dirinya sendiri dalam video channel youtubenya tersebut. Ini adalah beberapa manfaat positifnya yaitu melatih anak kreatif, melatih anak apresiasi diri, menyalurkan bakat terpendam anak, mempererat ikatan batin antara bunda dan anak, mengajarkan keterampilan teknis, mengajarkan soft skills, dan membangun portofolio.
Tetapi semuanya itu tergantung pada pilihan hidup masing-masing dan yang terpenting ialah tidak adanya paksaan yah. Semuanya terjadi karena efek kelamaan dirumah saja juga demi mendukung plus menstimulasi potensi prestasinya lebih optimal agar menjadi Anak Generasi Majunya Indonesia jadi apapun akan aku lakukan asalkan menimbulkan hal positif bagi semua pihak tentunya. Satu hal yang tak boleh terlewatkan sharingku kali ini bersumber dari https://www.generasimaju.co.id khususnya https://www.generasimaju.co.id/pengembangan-kognitif-anak ,serta jangan lupa difollow akun Instagram resminya yah https://www.instagram.com/akuanaksgm juga Facebooknya https://www.facebook.com/akuanaksgm
Anak mana sih yang enggak tahu akan YouTube?
BalasHapusAku dukung banget untuk si kecilnya jadi youtuber cilik
BalasHapusJaman sejarah pangeran si kecil dibanding mamahnya
BalasHapus